MENGUSIR MALAS

Mengusir malas





Hadirin Jamaah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah. 


ing mimbar khutbah jum’at  niki khatib  ngajak tumrap awak khatib banjur tumrap jamaah sedaya tansah ngreksa   imanipun.... ngreksa takwanipun dumateng Allah SwT..... iman ingkang kukoh tethegdamel kasaenan ing tumndak,...  kuat   nindakkaken  amal shalih.... jalaran derajat kamulyan kawula ing sisih pangeran,... di timbang ing ketakwaanipun,..  Allah Ta'ala Dawuh :

 “Sesungguhnya orang yang mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa…”

 (Qs. Al-Hujuraat: 13). 


 Hadirin Jamaah Shalat Jum’at yang dimuliyakaken Allah Ta'Ala...
 Globalisasi damel efek positif,...  ananging katah sanget damel efek negatif ..... ing pagesangan manungsa... ing tatanan aturan  manungsa....  tuwuh ing saben dinten tumindakkipun manungsa saben ditennipun...., manungsa kagiring ing kebiasaan sedaya kuducepet lan bahkan instan.... adab tatakrama luntur ilang sekedik nembe sekedik,... Teknologi damel gampangipun pagesangan manungsa nuruti kebutuhan pokok,.. banjur alanipun,.. teknologi gampang nuruti nafsunipun manungsa,... banjur katah tumpukan raos keset,...  Kamangka ing Islam babagan keset niki  dados kalebet tumindak awon ingkang kedah diawisi,.. kedahdibucal,... haram dipelihara.....  Islam tansah mulangkaken  umatipun  usaha... ngawisi pratingkah keset..... Nabi Muhammad saw medar Sabda, 

“Jauhilah malas dan tidak semangat, sebab kedua sifat tersebut akan menghalangimu untuk memperoleh manfaat dari dunia dan akhirat.” Sementara Imam Ali as pernah berkata: “seseorang yang malas hingga berlebihan maka akan menjadi lemah dan ia akan menghancurkan kehidupannya, dan akibatnya, akan mengarah kepada dosa dan ketidaktaatan kepada Allah Swt.” Hadirin Jamaah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah. Malas khususnya dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang diperintahkan Allah Swt, adalah perbuatan yang buruk, juga sifat itu dianggap sebagai ciri orang-orang munafik. Dalam Al-Qur`an disampaikan: 3 “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah menipu mereka pula. 

Dan jika mereka berdiri untuk mengerjakan shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bersifat riya di hadapan manusia dan tidak berdzikir kepada Allah kecuali sebentar.” (An-Nisa`: 142). 

Malas juga berdampak pada keadaan jiwanya yang menjadi jelek. Rasulullah saw bersabda: “Apabila seorang hamba bangun malam, kemudian berdzikir kepada Allah, terlepaslah satu ikatan. Apabila dia berwudhu, terlepaslah satu ikatan lagi. Jika dia shalat, maka akan terlepas seluruh ikatan. Maka pagi harinya jiwanya akan semangat dan bagus. Jika tidak bangun (malam), jadilah jiwanya jelek dan malas.” (HR. Bukhari). 


 Hadirin Jamaah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah...


 Dari riwayat tersebut sangat jelas bahwa malas dapat merusak kehidupan manusia di dunia dan di akhirat. Malas juga dapat menghalangi harapan manusia dan menyebabkan perbuatan ingkar kepada Allah Swt. Manusia yang malas tidak akan melaksanakan kewajiban-kewajiban agama, dan pada akhirnya ia akan terjerumus ke dalam lembah dosa dan maksiat serta kesengsaraan. Dengan demikian, dampak malas bagi manusia telah sampai pada tahap yang sangat sulit untuk diusir. Sisi buruk sifat malas bukan hanya terkait pada agama semata, namun malas dapat menimbulkan sifat menyia-nyiakan waktu, berlebihan, tidak mau meraih apa pun, dan penyesalan yang sangat parah. Hal ini sesuai dengan pendapat Imam Ibnul Qayyim: “malas maka akan melahirkan sifat menyia-nyiakan waktu, berlebihan, tidak mau meraih apa pun, dan penyesalan yang sangat parah. Maka hal itu akan menafikan sifat keingintahuan dan kekuatan yang keduanya merupakan buah dari ilmu”

 http://www.suaramuhammadiyah.id/2016/05/26/mengusir-malas/









Post a Comment

0 Comments