ALUMNI SMA / SMK MUHAMMADIYAH NGAWEN, GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA

Kumpulan Makalah Artikel islam | Artikel Otomotif | Artikel TKJ | artikel Teknik Mesin

loading...

Sunday, November 11, 2018

PENJELASAN SISTEM STARTER  Mobil Motor Adalah

PENJELASAN SISTEM STARTER Mobil Motor Adalah

modul artikel Rangkaian SISTEM STARTER Berfungsi berkerja

penjelasan jika jelaskan  tentang sistem starter secara rinci lengkap harus diuraikan seacara bertahap

Sebagai Penggerak awal mula, ketika mesin pertama kali di nyalakan yaitu starter bergerak karena aliran listrik di Coil dengan sumber daya listrik dari accu. sehingga gerakan putaran ini memulai menggerakan mesin-mesin pembakaran hingga mesin dapat berjalan sendiri.



macam-macam 3 JENIS SISTEM STARTER







1. TIPE PLANETARY


Pada starter tipe ini menggunakan tiga buah gear sebagai penopang poros armature juga sebagai penggerak armature itu sendiri sebelum memutar kopling dan pinion gear.












 2. TIPE REDUKSI


Sistem starter tipe Reduksi terdiri dari gear-gear yang saling mereduksi dari kumparan armature hingga ke gear pada poros kopling










3. TIPE KONVENSIONAL


Penjelasan tentang sistem starter lebih banyak digunakan  dengan susunan terdiri dari satu buah gear yaitu pinion gear yang akan terhubung ke fly wheel gear ketika drive lever mendorong gear tersebut saat starter berputar














URAIAN STARTER KONVENSIONAL
Uraian pembahasan tentang sistem starter tipe konvensional saja.  .



Ketika kunci kontak di posisi starter (starter On)  arus positif baterai akan mengalir ke kumparan pull in coil dan hold in coil di magnetic switch starter (solenoid).

Arus listrik yang mengalir pada  kumparan pull in coil dan hold in coil akan membentuk medan magnet dengan arah medan yang sama sehingga akan menarik plunger sehingga contact plate akan menutup main switch (pisisi ON), pada saat yang sama, ketika plunger tertarik maka plunger juga akan menarik drive lever sehingga drive lever akan mendorong starter clutch kemudian starter clutch akan mendorong pinion gear hingga berkaitan dengan ring gear (fly wheer).

 Baterai positif > terminal 50 > hold in coil > massa.
Baterai positif > terminal 50 > pull in coil > field coil > armature > massa.

Pada saat ini arus yang mengalir ke magnetic switch relatif kecil, sehingga aliran listrik yang menuju ke armature pun juga masih kecil karena contact plate balum menutup main switch (terminal C dan terminal 30 belum terhubung). Aliran arus yang kecil ke armature akan membuat armature berputar lambat sehingga saat perkaitan antara pinion gear dengan ring gear dapat terjadi dengan lembut.

Pada saat pinion gear berkaitan penuh
Ketika pinion gear sudah berkaitan secara penuh dengan ring gear (fly wheel) maka contact plate akan menutup main switch sehingga terminal C dan terminal 30 terhubung. 

Baterai positif > terminal 50 > hold in coil > massa.
Baterai positif > main switch (terminal 30) > contact plate > terminal C > field coil > armature > massa.

Pada saat ini pull in coil sudah tidak bekerja karena tidak ada aliran arus yang menuju ke pull in coil, namun hold in coil masih bekerja untuk menahan agar pinion gear tetap berhubungan dan contact plate tetap terhubung dengan main switch. Disaat yang sama, arus dari baterai positif langsung mengalir ke armature, sehingga arus listrik yang mengalir ke armature besar dan akibatnya armature akan berputar dengan cepat.

Putaran dari armature akan diteruskan ke pinion gear lalu ke ring gear (fly wheel). Ketika kendaraan sudah hidup maka putaran dari ring gear akan lebih cepat dibandingkan dengan putaran pinion gear sehingga ring gear akan memutarkan armature melalui pinion gear. Untuk menghindari kerusakan pada saat tersebut maka pada motor starter dilengkapi dengan kopling starter untuk membebaskan armature dari putaran ring gear.

Pada saat switch starter Off
Saat switch starter Off (kunci kontak pada posisi IG) maka pada saat ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus dari positif baterai maka aliran arus pada motor starter adalah sebagai berikut :

Baterai positif > terminal 30 > contact plate > terminal C > pull in coil > hold in coil > massa.
Baterai positif > terminal 30 > contact plate > terminal C > field coil > armature > massa.

Pada saat ini yaitu saat switch starter Off maka field coil dan hold in coil tidak akan mendapatkan arus dari terminal 50 melainkan dari terminal C. Arah medan magnet pada saat ini yang ditimbulkan oleh pull in coil dan hold in coil akan berlawanan arah sehingga terjadi proses demagnetisasi atau proses saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk pada kedua kumparan hold in coil dan pull in coil. Akibat medan magnet menghilang, maka plunger akan kembali ke posisi semula karena adanya return spring. Akibatnya, plunger akan menarik kembali pinion gear kembali ke posisi semula (tidak lagi berhubungan dengan ring gear) dan pada saar yang sama, posisi contact plate akan kembali posisi semula sehingga tidak lagi terhubung dengan main switch.










 









 KOMPONEN UTAMA DAN FUNGSI SISTEM STARTER TYPE KONVENSIONAL
1. SWITCH STARTER
    Untuk memutus dan menghubungkan arus listrik dari baterai
2. PEGAS PLUNYER
    Untuk mengembalikan posisi plunyer setelah menekan dan mendorong drive lever
3. PLUNYER
    Untuk mendorong dan mengkait drive lever
4. DRIVE LEVER
    Untuk mendorong clutch dan pinion gear agar terhubung ke flywheel gear
5. FRONT CASE
    Untuk menutup bagaian depan starter
6. STOP COLAR
    Untuk membatasi pergerakan clutch dan pinion gear pada poros
7. PINION GEAR
    Untuk memutar gear pinion
8. STARTER CLUTCH
    Untuk membatasi putaran cepat dari clutch
9. ARMATURE
    Untuk menimbulkan medan magnet dalam arah melingkar
10.COMUTATOR
    Untuk tempat kedudukan sikat arang yang akan mengalirkan listrik ke armature sehingga terjadi putaran
11.WASHER
    Untuk membatasi dan mengunci poros bagian belakang dari starter
12.FIELD COIL
   Untuk menimbulkan medan magnet dalam arah lurus dan mendatar
13.BRUSH HOLDER
   Untuk tempat kedudukan brush positif dan negatif
14.BRUSH
    Untuk menghantarkan arus listrik pada komutator
15.REAR CASE
   Untuk menutup starter bagian depan
16. BOLT
   Untuk mengikat secara keseluruhan komponen sistem starter


KOMPONEN BESAR UTAMA SISTEM STARTER TIPE KONVENSIONAL

1. KUMPARAN MEDAN (FIELD COIL)
    Fungsi : Untuk menimbulkan medan magnet dalam arah lurus dan mendatar











 2. KUMPARAN JANGKAR (ARMATURE)
    Fungsi : Untuk menimbulkan medan magnet dalam arah melingkar

   







3. RANGKAIAN SIKAT DAN SIKAT
    Fungsi : sebagai tempat kedudukan sikat positif dan negatif dan juga untuk menghantarkan arus listrik pada komutator











4. SWITCH STARTER
    Fungsi : Untuk menghubung dan memutuskan arus litrik yang mengalir pada pada rangkaian

Terdapat 3 Terminal pada switch starter yaitu : 30, 50 dan C
dan juga terdapat dua buah gulungan utama yaitu : Pull in Coil dan Hold in Coil







CARA KERJA SISTEM STARTER DALAM RANGKAIAN

  
Ketika kunci kontak di ON kan, arus listrik dari baterai mengalir melewati rangkaian sikring lalu ke terminal 50 dari switch starter.
bersamaan dengan itu ada pula sebagian arus listrik yang mengalir ke terminal 30 dari switch starter yang dapat menimbulkan kemagnetan dari kumparan Pull in Coil dan Hold in Coil dari switch starter yang menarik plunyer switch starter sehingga drivel lever mendorong kopling dan pinion gear ke fly wheel gear


PERAWATAN DAN PERBAIKAN SISTEM STARTER
1. LAKUKAN PENGUKURAN PADA KUMPARAN JANGKAR (ARMATURE)
a. Pengukuran komutator hubungan terbuka  


Jika terdapat hubungan, maka armature baik namun jika tidak terdapat hubungan maka kontinuitas armature putus







 b. Pengukuran komutator hubungan masa


Jika tidak terdapat huungan maka armature baik, namun jika terdapat hubungan maka kontinuitas armature bocor







2. LAKUKAN PENGUKURAN PADA FIELD COIL
c. Pengukuran sirkuit Field Coil hubungan terbuka


Jika terdapat hubungan maka field coil baik namun jika tidak terdapat hubungan maka continuitas field coil putus







d. Pengukuran sirkuit Field Coil hubungan massa


Jika tidak terdapat hubungan maka field coil baik namun jika terdapat hubungan maka continuitas dari field coil bocor







3. LAKUKAN PENGUKURAN PANJANG SIKAT DAN RANGKAIAN SIKAT



Panjang sikat yang diukur tergantung dari tipe starter yang  di  gunakan oleh kendaraan masing-masing namun jika sikat masih panjang dan kondisinya masih baik (belum aus dan rompal) tidak perlu diganti






Pada Pengukuran isolasi sikat seharusnya tida ada hubungan namun jika ada hubungan maka rangkaian sikat harus di ganti






4. LAKUKAN PEMERIKSAAN STARTER CLUTCH DAN PINION GEAR











KERUSAKAN - KERUSAKAN MOTOR STARTER


1. Rangkaian sikat dan sikat sudah aus atau putus
2. Kumparan switch starter rusak
3. Kumparan Field Coil Bocor atau putus
3. Sepatu kutub terbakar
3. Sikring putus
4. Baterai sudah aus

Wednesday, October 31, 2018

Penjelasan artikel tentang TRANSMISI (PERSNELING)

Penjelasan artikel tentang TRANSMISI (PERSNELING)



Sistem Transmisi Perneling



penjelasan makalah transmisi atau persneling adalah lengkap seacara detail


transmisi atau persneling berfungsi mengatur besar-kecilnya
tenaga mesin sesuai dengan kondisi perjalanan kendaraan; Misalnya,
kendaraan memerlukan tenaga yang besar (memerlukan momen roda
yang besar) ketika kendaraan mulai berjalan atau ketika mendaki
tanjakan.
Sebaliknya momen besar tidak diperlukan pada saat roda
membutuhkan putaran yang cepat atau pada saat kendaraan berkecepatan tinggi. Kemudian pada waktu kendaraan mundur, transmisi
mengubah arah putaran mesin sebelum dipindahkan ke roda·roda,
dengan cara menukar kombinasi gigi (perbandingan gigi) pada transmisi, keperluan mengubah-ubah tenaga dorong atau kecepatan kendaraan dapat dilaksanakan dengan mudah.
2. Mekenisme pemindah gigi
Ada dua tipe mekanisme pemindah gigi yang digunakan pada 
mobil, yajtu pemindah gigi tidak langsung dan pindah gigi langsung.
pada pemindah gigi yidak langsung, tuas pemindah umumnya ditempatkan di bawah roda kemudi (terpisah dari transmisi) dan dihubungkan dengan garpu pengatur (shift fork) yang terdapat di dalam transmisi. Garpu pengatur terdiri atas batang-batang dan tuas-tuas penghubung


Pada pemindah gigi langsung tuas pemindah terletak langsung
pada transmisi. Mekanisme pemindah gigi langsung ini umumnya
digunakan pada kendaraan dengan mesin di depan dan penggerak roda
belakang







Transmisi otomatis 
Transmisi otamatis merupakan perpaduan kopling dengan transmisi yang dapat melakukan pemindahan gigi secara otomatis. Fungsi kopling pada transmisi ini dilakukan oleh torque conventer Torque converter juga berfungsi memperbesar momen mesin.

Kopling
Kopling (clutch) berfungsi menghubungkan dan melepaskan tenaga (putaran) dari mesin ke bagian pemindah tenaga berikutnya. pada saat gerak awal kendaraan, kopling dapat mémindahkan tenaga secara perlahan-lahan dari mesin ke roda-roda, sehingga jalannya kendaraan menjadi lembut, demikian juga setiap kali pemindahan gigi transmisi.
Kopling terletak di antara mesin dan transmisi,







Dilihat dari jenis pegas penekan yang digunakan, kopling dibagi menjadi dua tipe,
yaitu
tipe kopling dengan pegas koil

kopling dengan pegas diafragma atau matahari



Dilihat dari mekanisme penggeraknya, ada dua tipe kopling yaitu kopling mekanis (penggeraknya menggunakan kabel),

 dan kopling hidrolis (penggeraknya menggunakan minyak/fluida)

Pemindah daya

pemindah daya (power train) adalah suatu mekanisme yang memindahkan tenaga dari mesin ke roda-roda. Berdasarkan penempatan mesinnya, sistem pemindah tenaga dapat dibedakan menjadi empat macam
1) mesin di depan sistem penggerak roda belakang,


2) mesin di depan sistem penggerak roda depan,


3) mesin di depan sistem penggerak keempat rodanya,


4) mesin di belakang sistem penggerak roda belakang. Mesin di tengah sistem penggerak roda belakang,


Dari

empat macam sistem pemindah daya tersebut, yang lebih banyak dipakai pada mobil adalah mesin di depan dan sistem penggerak roda belakang front engine rear drive

.

Tuesday, October 30, 2018

 materi pengertian tentang SISTEM KEMUDI mobil motor

materi pengertian tentang SISTEM KEMUDI mobil motor


artikel makalah penjelasan modul sitem kemudi


Sistem kemudi berfungsi mengatur arah kendaraan dengan cara,membelokkan roda depan. Bila roda kemudi diputar, kolom kemudi
meneruskan putaran ke roda gigi kemudi. Roda gigi kemudi ini memperbesar momen putar, sehingga menghasilkan tenaga yang lebih besar untuk
menggerakkan roda depan melalui sambungan-sambungan kemudi (steering linkage).
Ada dua model sistem kemudi yang umum digunakan pada mobil,yaitu model recirculating ball






model rack dan punion

Kolom kemudi (steering column) 
Kolom kemudi terdiri atas main shaft yang meneruskan putaran
roda kemudi ke roda gigi kemudi, dan kolom kemudi yang mengikat
main shaft ke bodi. Ujung atas dari main shaft dibuat meruncing dan
bergigi. Di ujung inilah roda kemudi diikat dengan sebuah mur

.





Roda gigi kemudi (steering gear) 
Roda gigi kemudi selain berfungsi mengarahkan roda depan, juga
berfungsi sebagai gigi reduksi untuk memperbesar momen agar 
kemudi menjadi ringan dan gangguan-gangguan terhadap roda tidak
langsung dirasakan oleh pengemudi.

Ada beberapa jenis roda gigi kemudi, tetapi yang banyak digunakan dewasa ini adalah jenis recirculating ball




Pinion


Janis recirculating ball digunakan  pada
mobil penumpang ukuran sedang sampai besar dan mobil komercial
sedangkan jenis rack dan pinion digunakan pada mobil penumpang ukuran kecil sampai sedang.

sambunbungan-sambungan kemudi (steering linkage)
Walaupun mobil bergerak naik-turun, gerakan roda kemudi harus dapat diteruskan ke roda·roda dengan sangat tepat (akurat) setiap saat, untuk ilu diperlukan sambungan-sambungan kemudi (steering linkage. Babarapa model sambungan·sambungan kemudi
suspensi rigid

suspensi independen 







Power steering
Sistem power steering direncanakan untuk mengurangi tenaga pengemudian saat mobil bergerak pada putaran rendah dem menyesuainya pada tingkat tertentu bila kendaraan bererak mulai kecepatan
sedang sampai kecepatan tinggi. Pada sistem power steering terdapat
bosster hidraulis yang ditempatkan di bagian tengah mekanisme kemudi.
Power steering model integral

 
memperlihatkan mekanisme power steering model
integral. Bagian utamanya terdiri atas tangki reservoir (berisi fluida),

vane pump yang membangkitkan tenaga hidraulis, gear box yang berisi control valve, power pinton, dan steerig gear (jenis recirculating balt).
pipa-pipa yang mcngalirkan fluida dan selang-selang fleksibel.



Power sfeering model rack dan pinion

Power steering model ini mekanismenya sama dengan model integral, tetapi control valvenya termasuk di dalam gear housing dan power pistonnya terpisah di dalam power cylinder.








Monday, October 29, 2018

Cabang-cabang bidang-bidang Biologi

Cabang-cabang bidang-bidang Biologi





Ciri-ciri sains Biologi

•    1. Memiliki obyek kajian berupa makluk hidup
•    2. Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris
•    3. Menggunakan cara berpikir logis
•    4. Untuk mengkajinya memiliki langkah-langkah yang
        sistematis
•    5. Hasil kajiannya bersifat obyektif
•    6. hasil kajiannya berupa hukum
Perkembangan biologi
penjelasan bidang-bidang biologi pengertian ruang lingkup

*    Sejak  Kapan  Biologi  Berkembang ?

*    Apa itu “ Hidup”
Sejak manusia berada di bumi dengan berbagai permasalahan di dunia, misalnya :
Masalah   penyakit
 Masalah   makanan
        Masalah  tempat  tinggal
        Masalah lingkungan dan
                 Berkat ketekunan dan keuletan
para saintis,
      Adanya rasa ingin tahu

Dengan latar belakang permasalahan ini maka timbul untuk mencari cara pemecahannya




Hingga kini belum ada para saintis satupun yang dapat menjawab apa itu “Hidup” ?






*    Untuk mempermudah kita dalam mengenali
    makluk hidup
*    Ciri-ciri :
*    Bergerak 
*    Bernapas
*    Butuh makan
*    Beradaptasi
*    Melakukan metabolisme
*    Iritabilita
*    Bereproduksi, dll














   RUANG  LINGKUP BIOLOGI
•    Ruang lingkup obyek biologi meliputi seluruh kehidupan yang ada di alam semesta, mulai yang tidak kasatmata sampai yang kasatmata dan mulai yang paling sederhana sampai yang lebih kompleks.

•    Ragam kehidupan obyek biologi dapat dimulai :
-    Dua Kingdom
-    Tiga kingdom
-    Empat Kingdom
-    Lima Kingdom
-    Enam Kingdom
SISTEM KLASIFIKASI ORGANISME
    Klasifikasi organisme ini dilakukan dalam rangka untuk mempermudah dalam mempelajari organisme, mengingat jumlah dan jenisnya sangat banyak serta memiliki ciri yang sama sehingga dimasukan dalam satu kelompok.
Pengelompokan makhluk hidup disebut juga Taksonomi.


Ada beberapa sistem klasifikasi yang pernah diperkenalkan oleh ahli taksonomi yaitu berikut ini :
•    Sistem Dua Kingdom
    Dalam sistem ini klasifikasi dua kingdom, organisme dibagi atas 2 kerajaan besar, yaitu :
    a. Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
        Makhluk hidup yang mempunyai dinding sel dari selulosa, berklorofil dan mampu berfotosintesis.
    Contoh : Ganggang, lumut, paku-pakuan dan tumbuhan berbiji termasuk kerajaan tumbuhan.
      b. Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
        Makhluk hidup yang tidak berdinding sel, tidak berklorofil, dan dapat bergerak bebas termasuk dalam dunia hewan.
Contoh : Protozoa, Porifera, Coelenterata, Molusca, Arthropoda, Echinodermata dan chordata.



2. Sistem Tiga Kingdom
    a. Kingdom Fungi (Dunia Jamur)
        Karena jamur memperoleh makanan secara     heterotrof dengan cara absorpsi.
        Contoh : Jamur roti,jamut merang, jamur kuping.
    b. Kingdom Plantae
    c. Kingdom Animalia

3. Sistem Empat Kingdom
    Sistem ini berkembang setelah ditemukannya inti sel. Ada organisme yang inti selnya tidak memiliki membran inti disebut : prokariot yaitu bakteri dan ganggang biru.
    Sedangkan organisme yang intinya diselubungi oleh membran inti disebut : Eukariot yaitu jamur dan tumbuhan.


Yang termasuk empat kingdom yakni;
•    Kingdom Monera
    Karena monera memiliki inti tanpa membran (prokariot) yaitu bakteri dan ganggang biru.
•    Kingdom Fungi
•    Kingdom Plantae
•    Kingdom Animalia

4. Sistem Lima Kingdom

5. Sistem Enam Kingdom

        a. Kingdom Virus
             karena tubuh virus tersusun atas asam nukleat (asam inti) ayng diselubungi oleh protein. Di luar sel hidup, virus merupakan moleklu yang mati. Virus hanta dapat hidup dan berproduksi di dalam sel inang.
        b. Kingdom Monera
        c. Kingdom Protista
        d. Kingdom Fungi
        e. Kingdom Plantae
        f. Kingdom Animalia.

Cabang-cabang Biologi
 Anatomi                : 
Cabang biologi yang mempelajari tentang struktur tubuh makluk hidup

 Botani                  : 
Cabang biologi yang mempelajari tentang  tumbuhan dan kehidupannya

 Ekologi                 : 
Cabang biologi yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara  makluk      hidup dengan lingkunganny

Evolusi                  : 
Cabang biologi yang mempelajari tentang perkembangan makluk hidup dari bentuk    sederhana sampai yang lebih komplek

Fisiologi             : 
Cabang biologi yang mempelajari tentang proses dan kegiatan yang terjadi di dalam tubuh makluk hidup

Genetika                :
 Cabang biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat

Histologi                : 
Cabang biologi yang mempelajari tentang susunan dan fungsi jaringan tubuh

Imunologi                :
 cabang biologi yang mempelajari tentang kekebalan tubuh

Mikrobiologi            : 
Cabang biologi yang mempelajari tentang kehidupan organisme

Morfologi                :
 cabang biologi yang mempelajari tentang susunan dan bentuk luar tubuh

Organologi                : 
Cabang biologi yang mempelajari tentang organ atau alat-alat tubuh

Paleontologi         : 
Cabang biologi yang mempelajari tentang perikehidupan makluk hidup di masa lampau dilihat dari fosil-fosilnya

Parasitologi                : 
Cabang biologi yang mempelajari tentang kehidupan parasit beserta pengaruhnya 

Patologi                : Cabang biologi yang mempelajari tentang perihal penyakit

Sitologi                : Cabang biologi yang mempelajari tentang susunan dan fungsi bagian-bagian sel

Virologi                : Cabang biologi yang mempelajari tentang perikehidupan virus dan pengaruhnya

Zoologi                ; Cabang biologi yang mempelajari tentang hewan dan kehidupan hewan

Cabag-cabang biologi
Bakteriologi     : ilmu yang mempelajari bakteri


Mikologi    : ilmu yang mempelajari jamur

Entomologi    : ilmu yang mempelajari serangga

Ornitologi    : ilmu yang mempelajari burung

Mamologi    : ilmu yang mempelajari mamalia.
Peranan Biologi Bagi Kehidupan manusia
Sebagai ilmu murni, biologi sangat mendasari berkembangnya ilmu terapan antara lain ;

    Bidang Kedokteran
    Bidang Pertanian
    Bidang Sosial
    Bidang Industri
    Bidang Farmasi

    Bidang Perternakan
    Bidang Perikanan
    Bidang Industri
    Bidang Farmasi
  

KLIK SINI