ini

LIHAT INI JUGA YA

COBA DISINI

KLik ya..

MELAYANG





MENGUSIR MALAS

Mengusir malas





Hadirin Jamaah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah. 



Dari mimbar khutbah jum’at ini khatib mengajak kepada diri khatib dan jamaah sekalian untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SwT. Peningkatan iman yang terus dilakukan dengan peningkatan amal shalih. Karena derajat kemuliaan seorang hamba di sisi Allah hanyalah dinilai dengan ketakwaannya. Allah berfirman: 2 “Sesungguhnya orang yang mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa…”

 (Qs. Al-Hujuraat: 13). Hadirin Jamaah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah. Globalisasi bukan hanya membawa dampak positif, namun juga menciptakan dampak negatif terhadap kehidupan manusia. Dampak tersebut dapat dilihat pada kehidupan manusia sehari-hari, manusia digiring pada kebiasaan untuk memperoleh segala sesuatunya dengan mudah dan bahkan instan. Teknologi baru saat ini telah memudahkan manusia untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaannya dengan sangat mudah sehingga ia tidak banyak melakukan aktivitas fisik yang diperlukannya. Hal tersebut pada akirnya akan memupuk rasa malas dalam diri manusia Dalam Islam sesungguhnya malas itu sangat dicela dan tidak baik untuk dipelihara. Islam sangat menekankan agar umatnya selalu berusaha untuk menjauhi perbuatan malas. Nabi Muhammad saw pernah berkata, “Jauhilah malas dan tidak semangat, sebab kedua sifat tersebut akan menghalangimu untuk memperoleh manfaat dari dunia dan akhirat.” Sementara Imam Ali as pernah berkata: “seseorang yang malas hingga berlebihan maka akan menjadi lemah dan ia akan menghancurkan kehidupannya, dan akibatnya, akan mengarah kepada dosa dan ketidaktaatan kepada Allah Swt.” Hadirin Jamaah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah. Malas khususnya dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang diperintahkan Allah Swt, adalah perbuatan yang buruk, juga sifat itu dianggap sebagai ciri orang-orang munafik. Dalam Al-Qur`an disampaikan: 3 “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah menipu mereka pula. Dan jika mereka berdiri untuk mengerjakan shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bersifat riya di hadapan manusia dan tidak berdzikir kepada Allah kecuali sebentar.” (An-Nisa`: 142). Malas juga berdampak pada keadaan jiwanya yang menjadi jelek. Rasulullah saw bersabda: “Apabila seorang hamba bangun malam, kemudian berdzikir kepada Allah, terlepaslah satu ikatan. Apabila dia berwudhu, terlepaslah satu ikatan lagi. Jika dia shalat, maka akan terlepas seluruh ikatan. Maka pagi harinya jiwanya akan semangat dan bagus. Jika tidak bangun (malam), jadilah jiwanya jelek dan malas.” (HR. Bukhari). Hadirin Jamaah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah. Dari riwayat tersebut sangat jelas bahwa malas dapat merusak kehidupan manusia di dunia dan di akhirat. Malas juga dapat menghalangi harapan manusia dan menyebabkan perbuatan ingkar kepada Allah Swt. Manusia yang malas tidak akan melaksanakan kewajiban-kewajiban agama, dan pada akhirnya ia akan terjerumus ke dalam lembah dosa dan maksiat serta kesengsaraan. Dengan demikian, dampak malas bagi manusia telah sampai pada tahap yang sangat sulit untuk diusir. Sisi buruk sifat malas bukan hanya terkait pada agama semata, namun malas dapat menimbulkan sifat menyia-nyiakan waktu, berlebihan, tidak mau meraih apa pun, dan penyesalan yang sangat parah. Hal ini sesuai dengan pendapat Imam Ibnul Qayyim: “malas maka akan melahirkan sifat menyia-nyiakan waktu, berlebihan, tidak mau meraih apa pun, dan penyesalan yang sangat parah. Maka hal itu akan menafikan sifat keingintahuan dan kekuatan yang keduanya merupakan buah dari ilmu” http://www.suaramuhammadiyah.id/2016/05/26/mengusir-malas/

0 Response to "MENGUSIR MALAS"

Post a Comment

MELAYANG

KLik ya..